INDRAMAYU — Babinsa Desa Tawang Sari Koramil 1603/Lohbener, Serda Muhajir, melaksanakan komunikasi sosial bersama para petani di area persawahan Desa Tawang Sari, Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengetahui berbagai kendala yang dihadapi petani selama musim kemarau, terutama terkait ketersediaan air irigasi untuk mendukung Musim Tanam (MT) II.
Dalam kesempatan itu, Serda Muhajir mengajak para petani menggunakan air secara hemat, tertib, dan bergiliran agar pasokan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata oleh seluruh pemilik lahan.
“Musim kemarau mengharuskan kita lebih bijak dalam menggunakan air. Saya mengajak seluruh petani untuk bekerja sama, menaati jadwal pembagian air, dan menggunakannya sesuai kebutuhan agar seluruh lahan tetap memperoleh pasokan yang cukup, ” ujarnya.
Menurutnya, komunikasi dan kesepakatan antarpengguna air sangat penting untuk mencegah terjadinya perselisihan sekaligus menjaga kelancaran kegiatan pertanian.
“Setiap kendala sebaiknya dibicarakan dan dikoordinasikan bersama kelompok tani, pengelola irigasi, pemerintah desa, dan pihak terkait. Dengan komunikasi yang baik, persoalan pembagian air dapat diselesaikan secara adil dan kondusif, ” katanya.
Serda Muhajir juga berdialog dengan para petani untuk menyerap aspirasi mengenai kondisi saluran, jadwal pengairan, dan kebutuhan air di masing-masing lahan. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari dukungan aparat kewilayahan terhadap keberlanjutan produksi pertanian.
Salah seorang perwakilan petani mengapresiasi imbauan dan pendampingan yang diberikan Babinsa.
“Kami sepakat untuk menggunakan air secara bergiliran dan tidak berlebihan. Dengan pembagian yang tertib, seluruh petani diharapkan tetap dapat mengolah lahan dan menyelesaikan musim tanam dengan baik, ” tuturnya.
Danramil 1603/Lohbener, Kapten Inf Arifin, mengatakan bahwa Babinsa harus aktif mendampingi masyarakat, khususnya petani yang menghadapi kendala akibat berkurangnya ketersediaan air.
“Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat dan membantu membangun komunikasi antara petani dengan unsur terkait. Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian TNI Angkatan Darat dalam mendukung ketahanan pangan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, ” ujarnya.
Dandim 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, S.E., M.Han., menekankan pentingnya pengelolaan air secara efektif dan efisien selama musim kemarau.
“Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengapresiasi langkah Babinsa yang aktif memberikan edukasi kepada petani agar memanfaatkan air secara bijak sehingga kegiatan pertanian dan produktivitas lahan tetap terjaga, ” tegasnya.
Danrem 063/Sunan Gunung Jati, Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa di lapangan harus mampu memberikan manfaat dan membantu mencari solusi terhadap persoalan masyarakat.
“Pendampingan dan motivasi kepada petani merupakan wujud pengabdian TNI Angkatan Darat. Sinergi dengan pemerintah, kelompok tani, dan pengelola pengairan harus terus diperkuat agar berbagai kendala dapat ditangani secara tepat, ” katanya.
Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menegaskan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat harus diwujudkan melalui kegiatan yang memberikan dampak nyata.
“Pendampingan kepada petani agar bijak menggunakan air pada musim kemarau merupakan langkah penting dalam menjaga keberlanjutan pertanian. Dengan kebersamaan dan pengelolaan yang tertib, kebutuhan air dapat dimanfaatkan secara adil untuk mendukung ketahanan pangan, ” ujarnya.
Melalui komunikasi sosial tersebut, kesadaran petani mengenai pentingnya pengelolaan air diharapkan semakin meningkat. Sinergi antara TNI, pemerintah, pengelola irigasi, dan masyarakat juga diharapkan mampu menjaga sektor pertanian di Kabupaten Indramayu tetap produktif selama musim kemarau. (PERS)

Muhajir